Zakat

Harta Yang Wajib Dikeluarkan Zakat
Dan
Pengetahuan Zakat

,

,

Zakat Harta Simpanan

(Tabungan dan Deposito)
Harta simpanan dalam bentuk Tabungan, Deposito, dan lain-lain, dikenakan zakat berdasarkan hukum zakat maal (harta). Uang simpanan (dirumah maupun di Bank) wajib dikenakan zakat bila telah mencapai nishab dan memenuhi haul; yaitu telah berlalu satu tahun, sejak mencapai nishab senilai 85 gram emas, dengan dihitung dari jumlah saldo akhir (pokok dan bagi hasil). Sementara kadar zakatnya sebesar 2,5%.

LANDASAN HUKUM

Firman Alloh SWT:
“ dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak (uang simpanan, tabungan), dan tidak menafkahkannya (berzakat) pada jalan Alloh, maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih”. (QS. At-Taubah: 34).

Hadits Nabi SAW:
“Tidak ada bagi pemilik harta simpanan yang tidak menunaikan zakatnya, kecuali dibakar diatasnya di Neraka Jahannam”. (HR. Muslim).

SYARAT WAJIB ZAKAT HARTA SIMPANAN

Zakat maal (termasuk tabungan, etc) wajib dikeluarkan zakatnya apabila memenuhi ketentuan telah mencapai nishabnya (adalah setara dengan 85 gram emas) dan dimiliki penuh selama masa satu tahun (haul). Hadits Nabi SAW: “Tidak ada kewajiban zakat atas harta sehingga telah berlalu atasnya satu tahun”. (HR. Abu Daud).

Apabila harga emas saat ini adalah Rp 400.000,- per gram, maka nishab uang simpanan adalah 85 gram x Rp 400.000,- = Rp 34.000.000,-. Artinya jika jumlah uang simpanan yang dimilikinya sama dengan atau lebih dari Rp 34 juta selama satu tahun, maka wajib dikeluarkan zakatnya.

CARA MUDAH MENGHITUNG ZAKAT

  • Tabungan uang simpanan di Bank Syariah; Contoh: Pak Abdullah mempunyai Deposito di Bank Syariah, dengan setoran awal tanggal 01/01/2012 sebesar Rp 75.000.000,- dengan jumlah bagi hasil Rp 3.850.000,- setahun. Haul wajib zakatnya adalah tanggal 31/12/2012 dengan nishob sebesar Rp 34.000.000,-. Setelah masa haul tiba,  zakatnya sebesar Rp 75.000.000 x 2,5% = Rp 1.875.000,-.

Catatan:
Jika bagi hasil yang ada di tabungan selama ini sudah melalui pemotongan zakat, maka zakatyang harus dikeluarkan adalah dari pokoknya saja. Jumlah bagi hasil belum perlu di zakati apabila belum mencapai nishob yang setara dengan 85 gram emas dan mengendap selama satu tahun (haul).

  • Tabungan uang simpanan di Bank Konvensional; Pendapat sebagian Ulama, zakat yang dihitung dipisahkan dari bunga Bank. Karena bunga Bank termasuk yang dikategorikan sesuatu yang diharamkan, maka tidak terkena wajib zakat meskipun bunga Bank yang terkumpul mencapai satu nishab (demikian pendapat sebagian Ulama). Tetapi sebagian Ulama lain berpendapat Tetap terkena zakat, karena yang diharamkan bukan kepada pemilik modal yang menyimpan uangnya di Bank, yang mendapat bagian persentase dari Bank, tetapi Bank yang mengambil persentase keuntungan dengan tidak menggunakan tatacara bagi hasil adalah yang diharamkan, karena termasuk Riba. Contoh: Pak Fulan memiliki tabungan di Bank Konvensional Rp 65.000.000,- dengan bunga Rp 3.150.000,- setahun, sehingga saldo tabungannya sebesar Rp 68.150.000,-. Maka zakat yang harus dikeluarkan adalah: saldo akhir – bunga = Rp 65.000.000,- x 2,5% = Rp 1.625.000,-.

Catatan:
Zakat dihitung dari nilai saldo terendah yang telah mencapai nishob dan haul. Apabila memiliki beberapa rekening maka perhitungan dilakukan secara total jumlah, dengan tetap memperhatikan persyaratan diatas.

Nah, sekarang Anda dapat memilih disesuaikan dengan pemahaman keagamaan Anda, apakah memilih yang meragukan atau cara yang pasti. Jika Saya, maka akan memilih meninggalkan suatu perkara yang meragukan.

“Bersedekahlah bagi orang-orang fakir yang terikat pada jalan Alloh, mereka tidak dapat berusaha di Bumi mencari penghidupan. Orang yang tidak tahu, mengira mereka orang kaya karena memelihara diri dari meminta-minta. Engkau dapat mengetahui dengan tanda-tanda mereka, tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa-apa yang kamu nafkahkan dari harta maka sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui”.          (QS. Al Baqarah: 273).

.,.

Zakat Profesi

Zakat profesi adalah  zakat atas penghasilan yang diperoleh dari pengembangan potensi diri yang dilakukan, atau pekerjaan yang dimiliki oleh Muzaki, baik sebagai pegawai, pekerja mandiri atau pengusaha dan pemilik modal, dengan cara yang sesuai syariat.

LANDASAN HUKUM

Firman Alloh SWT:
“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah sebagian hasil usaha kamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu”. (QS. Al Baqarah: 267).

Hadits Nabi SAW:
“Bila zakat bercampur dengan harta lainnya maka ia akan merusak harta itu”. (HR. Al Bazar dan al Baihaqi).

PERHITUNGAN NISHAB

Nishob adalah batas pemilikan harta yang telah mencapai ukuran tertentu (minimal), sehingga wajib dikeluarkan zakatnya. Nishob zakat profesi/ penghasilan adalah di-qiyas-kan dengan nishob zakat pertanian (tanaman dan buah-buahan) yakni sebesar 5 wasaq atau 653 kg gabah, setara dengan 520 kg beras. Jika harga beras yang biasa dimakan, misalnya (yang paling murah) seharga Rp 6500/kg, maka nishob zakat profesi adalah 520 kg x Rp 6.500,- setara dengan Rp 3.380.000,-.

Rasululloh SAW bersabda: “Hasil tanaman yang kurang dari lima wasaq tidak wajib zakat”. (HR. Ahmad dan al Baihaqi).

HAUL/ WAKTU MENGELUARKAN

Penghasilan profesi yang telah mencapai nishab, zakatnya wajib dikeluarkan pada setiap kali menerimanya, disandarkan/ di-qiyas-kan dengan waktu pengeluaran zakat tanaman yakni: setiap kali panen.

Firman Alloh SWT:
“Dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya)”. (QS. Al An’am: 141).

KADAR ZAKAT YANG DIKELUARKAN

Karena penghasilan atau pendapatan profesi lazimnya diterima dalam bentuk uang, maka dalam menentukan besaran/ kadar zakat,  ia lebih dekat untuk di-qiyas-kan berdasarkan kadar zakat emas dan perak, yakni:  2,5%.

Dijelaskan dalam hadits Nabi SAW:
“Bila engkau memiliki 20 Dinar (emas) dan sudah mencapai satu tahun, maka zakat yang wajib dikeluarkan adalah setengah dinar (2,5%)”. (HR. Ahmad, Abu Dawud dan al Baihaqi).

Rasululloh SAW bersabda:
“Berikanlah zakat perak dari 40 Dirham dikeluarkan satu Dirham; tidak ada zakat pada 190 Dirham (perak), dan jika telah mencapai 200 Dirham maka dikeluarkan lima Dirham”. (HR. Ashabus Sunan).

CARA MUDAH MENGHITUNG ZAKAT

Terdapat 2 kaidah dalam menghitung zakat profesi:

  1. Langsung dari pendapatan kotor. Zakat dihitung 2,5% dari penghasilan kotor secara langsung pada saat menerima. Artinya harta dibersihkan terlebih dahulu dengan mengeluarkan zakat,  sebelum digunakan untuk kebutuhan lainnya. Contoh perhitungan:  Abdullah adalah seorang  pekerja swasta  dengan jumlah gaji/ pendapatan Rp 3.750.000,-/bulan, dengan nishob yang telah dihitung di awal yaitu  Rp 3.380.000,- berarti sudah mencapai nishob, dan Abdullah telah wajib membayar zakat sebesar Rp 3.750.000,- x 2,5% = Rp 93.750,- dan dibayarkan pada saat menerimanya.
  2. Dari pendapatan bersih. Setelah dipotong kebutuhan pokok, zakat dihitung 2,5% dari gaji setelah dipotong dengan kebutuhan pokok. Contoh perhitungan:   Abdullah adalah seorang pekerja swasta, Dia memiliki seorang istri dan 2 orang anak. Penghasilannya per bulan sebesar Rp 4.750.000,-. Pengeluaran untuk kebutuhan pokok rutin setiap  bulan  (pangan, hutang jatuh tempo, biaya pendidikan, etc.)      Rp 3.250.000,-  maka  Dia  wajib  membayar  zakat  sebesar:                   Rp (4.750.000 – 3.250.000),- x 2,5% = Rp 37.500,- dan dibayarkan pada saat menerimanya.

.,.

Zakat Sapi

NISHOB dan KADAR ZAKAT

عن معاذ بن جبل رضه : قال بعثنى رسول الله صعو  إلى اليمن وامرنى

ان اخذ من البقر من كل اربعين مسنة  ومن كل ثلا ثين  تبيعنا أو تبيعة

Dari Mu’adz bin Jabal ra, berkata:  “Rasululloh SAW mengutusku pergi ke Yaman dan beliau memerintahkan ku untuk mengambil zakat, setiap  40 ekor sapi, zakatnya  1 ekor musinnah, dan setiap  30 ekor sapi, zakatnya seekor  tabi’  atau  tabi’ah” (HR. Tirmidzi, Abu Dawud, an Nasa’i, dan Ibnu Majah) .

Musinnah adalah sapi betina usia  2 tahun,  sedangkan tabi’ adalah sapi usia  1 tahun,  baik betina maupun jantan.

Berkata Imam Ibnu Hajar:  Berkata Imam Ibnu Abdil Bar:  “Tidak ada perbedaan pendapat diantara para ulama, bahwa sunnah dalam masalah zakat sapi adalah yang terdapat dalam hadits Mu’adz, dan itulah nishob yang disepakati oleh para ulama”.

Termasuk hukum zakat sapi adalah kerbau dengan kesepakatan ulama. Berkata Imam Ibnu Mundzir:  “Para ulama sepakat bahwa hukum kerbau sama dengan hukum sapi”.

.,.

Zakat Kambing

NISHOB dan KADAR ZAKAT

Dari Anas bin Malik ra, berkata:  “Sesungguhnya Abu Bakar ash Shiddiq ra, menulis kepadanya tentang kewajiban zakat yang diperintahkan oleh Alloh SWT dan Rasululloh SAW:  ‘Tentang zakat kambing, setiap kambing yang digembalakan, apabila mencapai  40 ekor sampai  120 ekor, zakatnya seekor kambing, lalu apabila lebih dari  120 sampai  200 ekor , zakatnya  2 ekor, lalu apabila lebih dari  200 sampai  300 ekor, zakatnya  3 ekor, lalu apabila lebih dari  300 ekor, maka setiap seratus ekor, zakatnya seekor kambing.  Namun apabila kambing ternak seseorang kurang  1 saja, dari  40 ekor, maka tidak ada kewajiban zakat kecuali kalau pemiliknya ingin bersedekah’,” (HR. al Bukhari, Abu Dawud, an Nasa’i, ad Daruquthni, al Hakim, al Baihaqi, dan Ahmad).

.,.

PEMAHAMAN TENTANG ZAKAT TERNAK

1) Hewan yang wajib dikeluarkan zakat adalah hewan yang saimah, yaitu:  Hewan yang dalam kisaran setahun sering digembalakan di padang rumput.  Berdasarkan sabda Rasululloh SAW:

في كل صدقة الغنم في سائمتها اذا كانت اربعين الى عشريت ومائة شاة

“Kambing yang saimah setiap  40 ekor sampai  120 ekor, dikeluarkan zakat  1 ekor kambing” (HR. Abu Dawud. an Nasa’i, ad Daruqutni, al Hakim, al Baihaqi, dan Ahmad).

Juga Sabda Rasululloh SAW:

وفى كل ابل سائمة فى كل اربعين ابنة لبون

“Unta yang saimah setiap  40 ekor wajib zakat  1 ekor bintu labun” (HR. Abu Dawud, dan an Nasa’i).

Adapun apabila hewan ternak itu ma’lufah yaitu:  Hewan yang tidak digembalakan di padang rumput, namun diambilkan makanan ke kandangnya, maka tidak ada kewajiban zakat.

Berkata Imam al Albani:  “Hukum ini berlaku untuk sapi atau kambing yang saimah, memang digembala untuk dikembang biakkan, apabila untuk diperdagangkan maka hukumnya zakat perdagangan, apabila dipergunakan untuk bekerja, maka tidak ada kewajiban zakat” 

2) Selain 3 hewan diatas tidak ada kewajiban zakat.

Berdasarkan hadits  dari  Abu Hurairah ra, bersabda Rasululloh SAW:  “Tidak ada kewajiban zakat atas orang muslim dan budak dan kudanya” (HR. al Bukhari dan Muslim).

Hadits lain, dari Abu Hurairah ra, berkata:   Rasululloh SAW ditanya tentang zakat Himar, maka bersabda Rasululloh SAW:  “Tidak datang kepadaku sesuatu mengenai masalah ini kecuali satu ayat yaitu:  ‘Maka barangsiapa yang beramal kebaikan sebesar biji sawi niscaya dia akan melihatnya, juga barangsiapa yang beramal kejelekan walaupun sebesar biji sawi niscaya dia akan melihatnya” (HR. Ahmad).

3)  Ada beberapa jenis hewan yang tidak boleh diambil zakatnya oleh amil zakat, yaitu hewan yang tertulis dalam hadits berikut ini,

عن ابن عباس رعة : أن رسول الله صعو لما بعث معا ذا على اليمن قل: و إياك وكرائم أمو الهم

Dari Ibnu Abbas ra, :  “Sesungguhnya Rasululloh SAW mengutus Mu’adz ke Yaman dan beliau bersabda:  ‘Hindari mengambil harta mereka yang paling baik’,” (HR. al Bukhari dan Muslim).

Dari Annas ra, :  “Sesungguhnya Abu Bakar ra, menulis untuknya kewajiban zakat yang diperintahkan oleh Rasululloh SAW, yaitu:  ‘Tidak boleh mengeluarkan zakat dengan hewan yang sudah tua, cacat, dan hewan jantan, kecuali kalau dikehendaki oleh pemiliknya” (HR. al Bukhari, Abu Dawud, an Nasa’i, dan Ibnu Majah).

Dari Abdullah bin Muawiyah al Ghodliri ra, :  Rasululloh SAW bersabda:  “Ada 3 hal yang apabila dilakukan oleh seseorang akan merasakan keimanan (antara lain):  Tidak membayar zakat dengan hewan yang tua, kudisan, sakit, dan hewan yang jelek, juga hewan yang tidak mengeluarkan air susu, tetapi berikanlah yang sedang dari harta kalian” (HR. Abu Dawud dan at Thabrani, dengan sanad jayyid).

4) Tidak boleh mengumpulkan hewan milik 2 orang, agar membayar zakat sedikit, demikian juga apabila ada dua orang atau lebih telah menggabungkan hartanya maka tidak boleh dipisahkan saat membayar zakat, karena takut membayar banyak.

Dari Annas ra, :  Sesungguhnya Abu Bakar ra, menulis untuknya kewajiban zakat yang diperintahkan oleh Rasululloh SAW, yaitu:  “Tidak boleh dikumpulkan antara harta yang terpisah, demikian pula tidak boleh dipisahkan harta yang sudah terkumpul, karena takut membayar zakat. Dan apabila diambil zakat dari harta 2 orang yang terkumpul, maka kedua orang itu hendaknya berdamai dengan menanggung beban yang sama banyak” (Shahih HR. Abu Dawud, an Nasa’i, ad Daruquthni, al Hakim, al Baihaqi, dan Ahmad).

Sebagai contoh mudah dari larangan mengunpulkan harta yang terpisah adalah:  Apabila ada 3 orang, masing-masing memiliki  40 ekor kambing, maka apabila tidak dikumpulkan , masing-masing akan wajib membayar  1 ekor kambing; namun apabila dikumpulkan harta ketiga orang tersebut, maka hanya wajib  1 ekor saja.

Dan contoh larangan memisahkan harta yang telah terkumpul adalah:  Apabila ada 2 orang memiliki harta  121 ekor kambing, maka wajib membayar  3 ekor kambing, namun apabila dipisahkan menjadi milik masing-masing, maka mereka hanya membayar  2 ekor kambing saja.

5)C ara pembayaran zakat hewan yang telah terkumpul adalah:  Dibayar menurut kadar harta masing-masing, sebagaimana hadits diatas.  Contoh:  Apabila 2 orang menggabungkan hartanya, yang masing-masing memiliki  40 ekor kambing, maka wajib dibayarkan zakat  1 ekor kambing, masing-masing membayar setengah. (Ar Roudloh an Nadliyah 1/496, dan Nailul Author 4/129)

.,.

Zakat Perhiasan Emas dan Perak

Para Ulama sepakat bahwa perhiasan yang bukan dari Emas dan Perak tidak dikeluarkan zakat.  Sedangkan yang Rojih Insya Alloh adalah kewajiban mengeluarkan zakat perhiasan (wanita/ ‘pria’) Emas dan Perak,  apabila sudah mencapai satu nishob dan sudah satu haul.

LANDASAN HUKUM

Firman Alloh SWT:
“Dan orang-orang yang menyimpan Emas dan Perak, dan tidak menafkahkannya di jalan Alloh, maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapatkan) siksaan yang pedih.  Pada hari dipanaskan Emas dan Perak itu didalam neraka Jahannam, lalu dibakar dengannya Dahi mereka, Lambung , dan Punggung mereka, (lalu dikatakan) kepada mereka:  ‘Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan’,”  (QS. At Taubah 34-35).

Hadits Nabi SAW:
“Siapapun pemilik Emas dan Perak yang tidak menunaikan haknya, kecuali pasti Alloh akan menjadikannya lempengan dari api neraka, pada hari Kiamat, lalu dipanaskan dengannya dan disetrikakan  pada Lambung, Dahi, dan Punggungnya”  (HR. Muslim 987, dari Abu Hurairah ra).

Dari Ummu Salamah ra, berkata:
“Saya pernah memakai perhiasan dari Emas, lalu saya bertanya kepada Rasululloh SAW;  Wahai Rasululloh SAW apakah ini termasuk harta simpanan?, Rasululloh SAW menjawab/ bersabda:  Harta yang sudah sampai kewajiban zakat, lalu dikeluarkan zakat, bukan termasuk simpanan”  (HR. Abu Dawud, dan ad Daruquthni).

Dari  ‘Aisyah ra, berkata:
“Rasululloh SAW masuk menemui saya, lalu Beliau melihat ditanganku ada beberapa cincin dari Perak, maka Beliau bertanya:  “Apa ini wahai  ‘Aisyah?”,  Saya menjawab:  “Perhiasan yang saya pakai berhias untukmu”.  Beliau bertanya:  “Apakah sudah engkau keluarkan zakatnya?”,  “Belum” jawabku,  Maka Rasululloh SAW bersabda:  “Cukuplah perhiasan itu menjadikanmu masuk neraka”  (HR. Abu Dawud, dan  ad Daruquthni).

NISHOB dan KADAR ZAKAT EMAS dan PERAK

Nishob Emas  20 Dinar, adapun Perak  200 Dirham,  sedangkan kadar kewajiban zakatnya  2,5%  atau  1/40  dari harta tersebut,  dengan kesepakatan para ulama. (al Ijma Ibnul Mundzir hal: 33).
Dari Ali bin Abi Thalib ra, berkata:  Rasululloh SAW bersabda:  “Apabila kamu memiliki  200 Dirham  dan  telah sampai  1 Haul,  maka wajib mengeluarkan  5 Dirham,  dan engkau tidak wajib membayar apapun, sehingga engkau memiliki  Emas  20 Dinar,  namun apabila engkau telah memilikinya dan telah sampai  1 Haul,  maka wajib membayar  1/2 Dinar”  (Shahih HR. Abu Dawud 1391).

UKURAN DINAR dan DIRHAM

Ukuran nishob Emas pada zaman kita sekarang, adalah:  85 gram Emas, karena  1 Dinar adalah:  4,25 gram Emas, maka  20 x 4,25 gram = 85 gram Emas. (Fatwa Arkan Al-Islam oleh syaikh al-Utsaimin: 429).

Ukuran nishon Perak, adalah:  595 gram Perak,  karena  1 Dirham adalah:  2,975 gram Perak, maka  200 x 2,975 gram = 595 gram Perak. (Taudlihul ahkam oleh Syaikh abdullah ali Bassam: 3/33,  Fikih zakat Al-Qaradhawi: 1/260,  Al-Fiqh Al-Islamiwa Adillatuhu oleh Syaikh DR. Wahbah Zuhaili: 1/78).

.,.

Zakat Pertanian

Kapan Dikeluarkan Zakat Pertanian:  Zakat pertanian dikeluarkan saat panen, tidak harus menunggu satu haul/ tahun.

LANDASAN HUKUM

Firman Alloh SWT:
“Wahai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Alloh) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik, dan sebagian lagi yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu.  Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk, lalu kamu nafkahkan, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya kecuali dengan memicingkan mata terhadapnya” (QS. Al-Baqarah: 267).

Firman Alloh SWT:
“Tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakat)”  (QS. Al-An’am: 141).

HARTA PERTANIAN YANG WAJIB ZAKAT

Dari Abu Burdah dari Abu Musa dan Mu’adz ra,  berkata:  “Bahwa Rasululloh SAW mengutus keduanya ke Yaman untuk mengajarkan manusia urusan agama mereka, dan Rasululloh SAW memerintahkan agar tidak mengambil zakat pertanian kecuali:  Gandum, Kurma, dan Anggur kering” (HR. al Hakim 1/401, dan al Baihaqi 4/125).

Oleh karrena itu para ulama sepakat tentang wajib zakat pada:  Gandum, Kurma, dan Anggur kering.  Namun mereka berselisih pendapat tentang lainnya:
1) Abdullah bin Umar, Imam Hasan al-Bashri, ats-Tsauri, Sya’bi, dikuatkan oleh Imam asy-Syaukani dalam Nailul Author 4/143.  Juga Syaikh Shiddoq Hasan Khon dalam Ar-Roudloh An-Nadliyah 1/508,  dan  Imam al-Albani dalam Tamamul Minnah, hlm: 368,  mengatakan bahwa:  “Yang wajib dikeluarkan zakat adalah semua harta pertanian yang dijadikan makanan pokok, dan dapat disimpan lama”.

2) Imam Ahmad, mengatakan bahwa:  “Yang wajib dikeluarkan zakat adalah;  setiap yang dapat dikeringkan dan disimpan, dan dapat ditakar atau ditimbang”.

3) Imam Abu Hanifah, mengatakan bahwa:  “Yang wajib dikeluarkan zakat adalah;  semua yang ditanam untuk penghasilan”.

(Lihat Majmu’  Fatawa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah: 25/20, Fiqh as-Sunnah: 1/335, Nailul Author: 4/142, Fiqhuz Zakat al-Qaradhawi: 1/349-355,  dan  Taudjihul Ahkam: 3/53).

NISHOB ZAKAT PERTANIAN

Nishob zakat pertanian adalah:  5 wasaq  (1 wasaq = 60 sho’), jadi  5 x 60 sho’ = 300 sho’.
1 sho’ = 4 mud.
1 mud = 1 cakupan dua tangan seseorang yang sedang,  (Nailul Author dan Fatawa Lajnah Daimah).
Namun para ulama kontemporer berselisih pendapat tentang ukuran  1 sho’  dengan ukuran kilogram.
Antara lain:
Syaikh Ali Bassam, mengatakan:  “Satu sho’ adalah,  3 kilogram dengan Gandum yang baik”  (Taudlihul Ahkam: 3/45).
Syaikh Muhammad al-Utsaimin, mengatakan:  “Satu sho’ adalah  2 kilogram lebih 40 gram  dengan Gandum yang baik”  (Fatawa Arkani Islam: 429).
Syaikh Wahbah Zuhaili  dan  al-Qaradhawi, mengatakan:  “Satu sho’ adalah  2 kilogram lebih 176 gram dengan Gandum yang sedang”  (al-Fiqh al-Islami: 1/76, dan Fiqhuz Zakat: 1/371).

Dari Abu Said al-Khudri ra,  berkata;  Rasululloh SAW bersabda:  “Harta pertanian yang kurang dari  5 wasaq  tidak wajib dikeluarkan zakat”  (HR. al-Bukhari dan Muslim).

KADAR WAJIB ZAKAT PERTANIAN

Yang wajib dikeluarkan zakat adalah:  1/10 atau 10%  apabila pengairannya tanpa biaya, contoh:  Tanah Tadah Hujan  atau  dialiri sungai dan lainnya, tetapi apabila membutuhkan biaya pengairan, maka  1/20 atau 5%  dari hasil panen.

Dari Jabir ra,  berkata;  Rasululloh bersabda:  “Tanaman yang dialiri oleh sungai dan hujan, maka wajib dikeluarkan zakat  1/10  ,tetapi apabila dialiri air menggunakan peralatan, maka dikeluarkan zakat  1/20”  (HR. Muslim: 2/275/981).

,

—ooOoo—

,

PENGETAHUAN ZAKAT

,

ZAKAT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: