Islam bukan AGAMA

PEMAHAMAN YANG BENAR TENTANG DIINUL ISLAM


Islam ialah berserah diri kepada Alloh SWT dengan tauhid dan tunduk kepada Nya dengan penuh kepatuhan akan segala perintah hukum Nya dan segala larangan Nya, serta menyelamatkan diri dari perbuatan syirik dan orang-orang yang berbuat syirik.

Islam dalam pengertian tersebut tidak sama dengan AGAMA, tetapi adalah Diin yang mempunyai 3 tingkatan utama, yaitu: Iman, Islam dan Ihsan; masing-masing tingkatan mempunyai rukun-rukunnya.

AGAMA:  Menurut KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA adalah Sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, serta tata kaidah (moral/ akhlaq) yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.

Kata AGAMA berasal dari bahasa Sansekerta;  Agama yang berarti tradisi, sedangkan kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah RELIGI  yang berasal dari bahasa Latin Religio dan berakar pada kata kerja re – ligare  yang berarti ‘mengikat kembali’, maksudnya dengan ber- Religi,  seseorang mengikat/ mendekatkan dirinya kepada Tuhan dengan melakukan ritual atau tradisi.

AGAMA jika disandarkan dengan kepercayaan diluar Islam seperti: Katholik, Protestan, Advent, Pantekosta, Ortodoks, Ye HuWa, Hindu, Budha, dan lain-lain; maka adalah benar, bahwa semua hanya merupakan Agama dan Kepercayaan.  Karena untuk menjadi suatu sistem hidup dan kehidupan yang berkembang, mereka tidak memiliki unsur-unsur pendukung sebuah sistem kehidupan, seperti halnya yang diajarkan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW,  untuk dijalankan oleh manusia semuanya,  yang disebut  ISLAM.

Jadi AGAMA adalah hanya sebatas ritual penyembahan kepada sesuatu yang dipercaya mempunyai kekuatan yang Maha Besar , yang disebut Tuhan atau Dewa.  Didalam Agama terdapat NASEHAT supaya berperilaku yang baik untuk mendapat pahala dan syurga kenikmatan, tetapi jika berperilaku buruk akan mendapat dosa dan siksaan kesengsaraan.

Mari kita lihat unsur-unsur pendukung sistem hidup dan kehidupan yang berkembang yang disebut DIINUL ISLAM…

Diinul Islam adalah Sistem Hidup dan Kehidupan yang Berkembang !

Rukun adalah: Sesuatu pola ketetapan yang apabila salah satu dari pola ketetapan itu tidak dikerjakan maka semua pola lainnya menjadi batal dan sia-sia.

Rukun Iman ada 6, yaitu:
(1) Iman kepada Alloh SWT,
(2) Iman kepada para malaikat Nya,
(3) Iman kepada kitab-kitab Nya,
(4) Iman kepada para rasul Nya,
(5) Iman kepada hari Akhirat, dan
(6) Iman kepada qadar yang baik maupun buruk.

Rukum Iman terletak di dalam Syahadat, apabila anda mengingkari salah satu dari ketetapan hukum yang ada didalam rukun Iman maka gugur atau batal semua keimanan anda, maka Syahadat anda juga sudah terhapus dari rukun Islam. Dan itu berarti, sesungguhnya anda bukan lagi orang yang Islam, walaupun secara lahiriah anda masih konsisten menjalankan 4 rukun lainnya dalam Islam.  So …, Masih juga anda berharap masuk Syurga ??? sampai Unta dapat masuk melewati lubang jarum ?!

Artinya tanpa keimanan yang benar, maka semua amal apapun yang anda lakukan, hanya menghasilkan sia-sia saja.

Rukun Islam ada 5, yaitu:
(1) Syahadat, –> Memiliki unsur dalam ranah HUKUM dan POLITIK.
(2) Mendirikan shalat, –> Memiliki unsur dalam ranah AGAMA dan MORAL/ AKHLAQ.
(3) Menngeluarkan Zakat, –> Memiliki unsur dalam ranah EKONOMI.
(4) Shiyam pada bulan Ramadhan, –> Memiliki unsur dalam ranah ILMU dan PENGETAHUAN.
(5) Haji ke Baitulloh al Haram di kota Makkah. –> Memiliki unsur dalam ranah SOSIAL = BERBANGSA  dan  BUDAYA = BERNEGARA.

Rukun Ihsan hanya 1, yaitu:
“Beribadah kepada Alloh dalam keadaan seakan-akan kamu melihat Nya, jika kamu tidak melihat Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu”

Oleh karena kewajiban seorang muslim setiap hari selalu dihiasi oleh rukun-rukun ibadah yang wajib, bahkan ditambah dengan rukun ibadah sunat sebagai ibadah tambahan untuk menyempurnakan ibadah wajib; maka seorang muslim harus memperhatikan pola hidupnya agar tetap sehat dan tidak boleh menjadi sakit, baik itu merupakan tubuh individual, tubuh suatu masyarakat maupun tubuh yang berupa Negara Kesatuan; yang disebabkan oleh Virus, Bakteri, Jamur, juga Setan dari bangsa Jin dan Manusia.  Karena timbulnya penyakit itu pada awalnya dimulai dari berakhlaq yang buruk.

Nabi Muhammad SAW diutus oleh Alloh SWT menjadi Nabi dan Rasul Nya yang terakhir, untuk menyempurnakan Akhlaq manusia,  yang sebelumnya sebagian AJARAN TAUHID sudah disampaikan oleh para Nabi dan Rasul terdahulu adalah juga tentang DIINUL ISLAM.

Untuk itulah manusia diajarkan Islam, Iman dan Ihsan supaya berakhlaq baik melalui Nabi Muhammad SAW dengan perantaraan Malaikat Jibril ! Berikut ini adalah hadits riwayat Muslim dalam Shahihnya, kitab Al-Iman bab 1, hadits ke-1.

حَدَّثَنِي أَبُو خَيْثَمَةَ زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ كَهْمَسٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ يَحْيَى بْنِ يَعْمَرَ ح و حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ الْعَنْبَرِيُّ وَهَذَا حَدِيثُهُ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا كَهْمَسٌ عَنْ ابْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ يَحْيَى بْنِ يَعْمَرَ قَالَ كَانَ أَوَّلَ مَنْ قَالَ فِي الْقَدَرِ بِالْبَصْرَةِ مَعْبَدٌ الْجُهَنِيُّ فَانْطَلَقْتُ أَنَا وَحُمَيْدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْحِمْيَرِيُّ حَاجَّيْنِ أَوْ مُعْتَمِرَيْنِ فَقُلْنَا لَوْ لَقِينَا أَحَدًا مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَأَلْنَاهُ عَمَّا يَقُولُ هَؤُلَاءِ فِي الْقَدَرِ فَوُفِّقَ لَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ دَاخِلًا الْمَسْجِدَ فَاكْتَنَفْتُهُ أَنَا وَصَاحِبِي أَحَدُنَا عَنْ يَمِينِهِ وَالْآخَرُ عَنْ شِمَالِهِ فَظَنَنْتُ أَنَّ صَاحِبِي سَيَكِلُ الْكَلَامَ إِلَيَّ فَقُلْتُ أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ إِنَّهُ قَدْ ظَهَرَ قِبَلَنَا نَاسٌ يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ وَيَتَقَفَّرُونَ الْعِلْمَ وَذَكَرَ مِنْ شَأْنِهِمْ وَأَنَّهُمْ يَزْعُمُونَ أَنْ لَا قَدَرَ وَأَنَّ الْأَمْرَ أُنُفٌ قَالَ فَإِذَا لَقِيتَ أُولَئِكَ فَأَخْبِرْهُمْ أَنِّي بَرِيءٌ مِنْهُمْ وَأَنَّهُمْ بُرَآءُ مِنِّي وَالَّذِي يَحْلِفُ بِهِ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ لَوْ أَنَّ لِأَحَدِهِمْ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا فَأَنْفَقَهُ مَا قَبِلَ اللَّهُ مِنْهُ حَتَّى يُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ
ثُمَّ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ قَالَ بَيْنَمَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيدُ سَوَادِ الشَّعَرِ لَا يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ وَلَا يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ وَقَالَ يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِي عَنْ الْإِسْلَامِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْإِسْلَامُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتُقِيمَ الصَّلَاةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ وَتَصُومَ رَمَضَانَ وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنْ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيلًا قَالَ صَدَقْتَ قَالَ فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ الْإِيمَانِ قَالَ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ قَالَ صَدَقْتَ قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ الْإِحْسَانِ قَالَ أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ السَّاعَةِ قَالَ مَا الْمَسْئُولُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنْ السَّائِلِ قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ أَمَارَتِهَا قَالَ أَنْ تَلِدَ الْأَمَةُ رَبَّتَهَا وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُونَ فِي الْبُنْيَانِ قَالَ ثُمَّ انْطَلَقَ فَلَبِثْتُ مَلِيًّا ثُمَّ قَالَ لِي يَا عُمَرُ أَتَدْرِي مَنْ السَّائِلُ قُلْتُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ فَإِنَّهُ جِبْرِيلُ أَتَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِينَكُمْ
حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ الْغُبَرِيُّ وَأَبُو كَامِلٍ الْجَحْدَرِيُّ وَأَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ قَالُوا حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ مَطَرٍ الْوَرَّاقِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ يَحْيَى بْنِ يَعْمَرَ قَالَ لَمَّا تَكَلَّمَ مَعْبَدٌ بِمَا تَكَلَّمَ بِهِ فِي شَأْنِ الْقَدَرِ أَنْكَرْنَا ذَلِكَ قَالَ فَحَجَجْتُ أَنَا وَحُمَيْدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْحِمْيَرِيُّ حَجَّةً وَسَاقُوا الْحَدِيثَ بِمَعْنَى حَدِيثِ كَهْمَسٍ وَإِسْنَادِهِ وَفِيهِ بَعْضُ زِيَادَةٍ وَنُقْصَانُ أَحْرُفٍ و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْقَطَّانُ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ غِيَاثٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بُرَيْدَةَ عَنْ يَحْيَى بْنِ يَعْمَرَ وَحُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَا لَقِينَا عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ فَذَكَرْنَا الْقَدَرَ وَمَا يَقُولُونَ فِيهِ فَاقْتَصَّ الْحَدِيثَ كَنَحْوِ حَدِيثِهِمْ عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَفِيهِ شَيْءٌ مِنْ زِيَادَةٍ وَقَدْ نَقَصَ مِنْهُ شَيْئًا و حَدَّثَنِي حَجَّاجُ بْنُ الشَّاعِرِ حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا الْمُعْتَمِرُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ يَحْيَى بْنِ يَعْمَرَ عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِنَحْوِ حَدِيثِهِمْ

Telah menceritakan kepadaku [Abu Khaitsamah Zuhair bin Harb] telah menceritakan kepada kami [Waki’] dari [Kahmas] dari [Abdullah bin Buraidah] dari [Yahya bin Ya’mar]. (dalam riwayat lain disebutkan) Dan telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah bin Mu’adz al-‘Anbari] dan ini haditsnya, telah menceritakan kepada kami [Bapakku] telah menceritakan kepada kami [Kahmas] dari [Ibnu Buraidah] dari [Yahya bin Ya’mar] dia berkata, “Orang yang pertama kali membahas takdir di Bashrah adalah Ma’bad al-Juhani, maka aku dan Humaid bin Abdurrahman al-Himyari bertolak haji atau umrah, maka kami berkata, ‘Seandainya kami bertemu dengan salah seorang sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka kami akan bertanya kepadanya tentang sesuatu yang mereka katakan berkaitan dengan takdir.’ Maka [Abdullah bin Umar] diberikan taufik (oleh Allah) untuk kami, sedangkan dia masuk masjid. Lalu aku dan temanku menghadangnya. Salah seorang dari kami di sebelah kanannya dan yang lain di sebelah kirinya. Lalu aku mengira bahwa temanku akan mewakilkan pembicaraan kepadaku, maka aku berkata, ‘Wahai Abu Abdurrahman, sesungguhnya nampak di hadapan kami suatu kaum membaca al-Qur’an dan mencari ilmu lalu mengklaim bahwa tidak ada takdir, dan perkaranya adalah baru (tidak didahului oleh takdir dan ilmu Allah).’ Maka [Abdullah bin Umar] menjawab, ‘Apabila kamu bertemu orang-orang tersebut, maka kabarkanlah kepada mereka bahwa saya berlepas diri dari mereka, dan bahwa mereka berlepas diri dariku. Dan demi Dzat yang mana hamba Allah bersumpah dengan-Nya, kalau seandainya salah seorang dari kalian menafkahkan emas seperti gunung Uhud, niscaya sedekahnya tidak akan diterima hingga dia beriman kepada takdir baik dan buruk.’ Dia berkata, ‘Kemudian dia mulai menceritakan hadits seraya berkata, [‘Umar bin al-Khaththab] berkata, ‘Dahulu kami pernah berada di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu datanglah seorang laki-laki yang bajunya sangat putih, rambutnya sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan. Tidak seorang pun dari kami mengenalnya, hingga dia mendatangi Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasalam lalu menyandarkan lututnya pada lutut Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasalam, kemudian ia berkata, ‘Wahai Muhammad, kabarkanlah kepadaku tentang Islam? ‘ Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasalam menjawab: “Kesaksian bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan puasa Ramadlan, serta haji ke Baitullah jika kamu mampu bepergian kepadanya.’ Dia berkata, ‘Kamu benar.’ Umar berkata, ‘Maka kami kaget terhadapnya karena dia menanyakannya dan membenarkannya.’ Dia bertanya lagi, ‘Kabarkanlah kepadaku tentang iman itu? ‘ Beliau menjawab: “Kamu beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari akhir, dan takdir baik dan buruk.” Dia berkata, ‘Kamu benar.’ Dia bertanya, ‘Kabarkanlah kepadaku tentang ihsan itu? ‘ Beliau menjawab: “Kamu menyembah Allah seakan-akan kamu melihat-Nya, maka jika kamu tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.” Dia bertanya lagi, ‘Kapankah hari akhir itu? ‘ Beliau menjawab: “Tidaklah orang yang ditanya itu lebih mengetahui daripada orang yang bertanya.” Dia bertanya, ‘Lalu kabarkanlah kepadaku tentang tanda-tandanya? ‘ Beliau menjawab: “Apabila seorang budak melahirkan (anak) tuan-Nya, dan kamu melihat orang yang tidak beralas kaki, telanjang, miskin, penggembala kambing, namun bermegah-megahan dalam membangun bangunan.” Kemudian dia bertolak pergi. Maka aku tetap saja heran kemudian beliau berkata; “Wahai Umar, apakah kamu tahu siapa penanya tersebut?” Aku menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.’ Beliau bersabda: “Itulah jibril, dia mendatangi kalian untuk mengajarkan kepada kalian tentang pengetahuan sistem kehidupan kalian’. Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ubaid al-Ghubari] dan [Abu Kamil al-Jahdari] serta [Ahmad bin Abdah] mereka berkata, telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Yazid] dari [Mathar al Warraq] dari [Abdullah bin Buraidah] dari [Yahya bin Ya’mar] dia berkata, ‘Ketika Ma’bad berkata dengan sesuatu yang dia bicarakan tentang masalah takdir, maka kami mengingkari hal tersebut.’ Dia berkata lagi, ‘Lalu aku melakukan haji bersama Humaid bin Abdurrahman al-Himyari.’ Lalu mereka menyebutkan hadits dengan makna hadits Kahmas. Di dalamnya terdapat sebagian tambahan dan kekurangan huruf.” Dan telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Hatim] telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa’id al Qaththan] telah menceritakan kepada kami [Utsman bin Ghiyats] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Buraidah] dari [Yahya bin Ya’mar] dan [Humaid bin Abdurrahman] keduanya berkata, “Kami bertemu [Abdullah bin Umar], lalu kami menyebutkan tentang takdir dan pendapat mereka tentangnya, lalu dia mengisahkan hadits tersebut sebagaimana hadits mereka dari [Umar] radlialllahu ‘anhuma dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dan di dalamnya terdapat suatu tambahan dan pengurangan.” Dan telah menceritakan kepada kami [Hajjaj bin asy-Sya’ir] telah menceritakan kepada kami [Yunus bin Muhammad] telah menceritakan kepada kami [al-Mu’tamir] dari [Bapaknya] dari [Yahya bin Ya’mar] dari [Ibnu Umar] dari [Umar] dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dengan semisal hadits mereka.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: