‘Khitan’ syarat untuk menjadi Muslim!

Itu benar! judul di atas adalah tepat. Secara lahiriah manusia yang di khitan telah mengikuti jejak, Para Utusan, yaitu menjadi Muslim seperti nabi dan rasul, yang sebenarnya mereka semua adalah manusia yang dipilih untuk memberikan pengajaran Tauhid dan Akhlaq kepada umat manusia yang ada pada zamannya;

Kaum Muslim dilarang sakit, walaupun hanya untuk menjalankan kewajiban Sirkumsisi atau ‘Khitan’ atau ‘Sunat’. Oleh karena itu harus mencari cara yang terbaik untuk melakukan Khitan, sehingga tidak merasakan sakit ketika melakukannya.

Khitan Caricature Sirkumsisi/ ‘Khitan’/ ‘Sunat’ adalah perintah Alloh SWT,  yang diwajibkan bagi seluruh laki-laki yang akan beranjak dewasa dalam agama Islam.  Kata Sirkumsisi ini sebenarnya berasal dari bahasa latin, Circum (yang artinya sekeliling) dan Cædere (yang artinya memotong). Tindakan yang dilakukan pada Sirkumsisi adalah memotong kulit luar (preputium/ prepuce/ foreskin/ kulup) pada penis yang melingkupi kepala penis (glans penis).


PROSEDUR KHITAN/ SUNAT:

Beberapa metode yang telah umum digunakan sebagai prosedur/ cara melakukan khitan (sunat), yaitu :
1. Metoda Konvensional/ Klasik (cutting),
2. Metoda Sirkumsisi,
3. Metoda Smart Klamp,

Di bawah ini diterangkan Metoda Konvensional dan Metoda Sirkumsisi:

Teknik aseptis : Bersihkan sekitar area, lanjutkan dengan disinfektan (ex : betadine) dari glans penis melingkar keluar. (sebelumnya rambut kemaluan telah dicukur – bila ada). Langkah berikutnya adalah pasang kertas perkamen/duk steril.

Teknik Anestesi (pembiusan) : Pada proses khitan perlu diberikan anestesi (bius) untuk menghilangkan rasa nyeri saat dilakukan penjepitan dan pemotongan kulit luar, juga dengan diberikan anestesi pasien menjadi tenang (karena tidak merasa nyeri) sehingga pelaksanaan khitan dapat lebih lancar karena jauh dari gerakan-gerakan pasien untuk menahan nyeri atau pun tangisan. Metoda anestesi yang umum dilakukan adalah anestesi lokal dengan menggunakan Lidocain, Pehacain, etc. Teknik dan lokasi anestesi dapat dilihat pada gambar berikut:


Anestesi block tepat pada bagian tengah pangkal penis dengan posisi spuit tegak lurus kira-kira 1,5-2 cc (ex : Lidocain), aspirasi spuit terlebih dahulu sebelum menginjeksi. Prosedur yang benar, jika tangan kita merasakan sensasi seperti menembus kertas melalui spuit saat tertembusnya fascia Bach.

,

,

,

,

,

Dilanjutkan dengan anestesi infiltrasi dikulit sekitar batang penis sebanyak 1 cc secara merata. (umumnya dilakukan diinfiltrasi dari kanan dan kiri bawah kulit batang penis).

,

,

,

,

,

,

,

Pastikan anestesi sudah mulai bekerja atau belum dengan cara menjepit kulup, jika pasien masih merasa nyeri (lihat ekspresi wajah dan gerakan tubuh) tunggu beberapa saat lagi (tidak perlu menanyakan pada pasien “apakah masih sakit atau tidak” – kadang subjektifitas dan tekanan mental membuat hasil yang salah), jika sudah tidak ada nyeri yang dirasa maka tindakan sudah dapat dimulai. Bersihkan smegma yang menempel disekitar kulup.

,

,

PELAKSANAAN KHITAN.

1. Metoda Konvensional/ Klasik (cutting):

Khitan (sunat) dengan metoda ini adalah cara yang paling kuno diantara  cara lainnya, namun metoda ini masih banyak dipakai sampai saat ini baik oleh para praktisi medis maupun non medis. berbagai variasi alat pemotong telah digunakan banyak praktisi dengan metoda ini, mulai dari penggunaan Bisturi (pisau), Gunting, Electric Cutter, dan Flash Cutter.

Keuntungan dari Metoda ini:

  • Pelaksanaan Khitan relatif lebih cepat/ singkat.

Kekurangan dari Metoda ini:

  • Resiko kepala penis (glans penis) tersayat cukup tinggi, terutama jika sayatan dilakukan dibawah koher.
  • Sisa preputium kadang masih panjang/ tidak sesuai, sehingga membutuhkan pemotongan ulang.
  • Dapat menimbulkan nekrosis, apabila jepitan koher terlalu lama.
  • Resiko pendarahan operasi sangat tinggi, demikian pula paska operasi, ini khusus pemotongan dengan menggunakan Gunting/ Bisturi; sedangkan pada pemotongan menggunakan Electric Cutter,  pendarahan sangat sedikit dan pada Flash Cutter, pendarahan  bahkan sampai tidak ada.

Teknik pelaksanaan.

Peralatan yang diperlukan:
* Pemotong (Bisturi/ Gunting/ Electric Cutter/ Flash Cutter),
* 1 Koher,
* 2 Klem,
* Jarum + Benang (yang absorben).

Tandai batas yang akan dipotong / insisi, raba/ urut glans penis  se-proksimal mungkin dan fiksasi glans  penis dengan tangan kiri. Kemudian pasang klem pada lokasi jam 12 dan 6 ditarik ke distal sampai  preputium nampak teregang.

,

,

,

,

,

,

Jepitkan koher pada batas yang telah ditandai dengan arah melintang miring (sekitar 40 derajat) antara jam 12 dan 6 ( jam 6 lebih distal).

,

,

,

,

,

,

,

,

Yakinkan lagi bahwa glan penis tidak terjepit koher.

Guntinglah/ sayatlah dengan bisturi di bagian atas dan bawah koher.

,

,

,

,

,

,

,

,

Lepaskan koher dan munculkan kembali glans penis. Rapikan sayatan terutama jika preputium  masih panjang / tidak sesuai. Inspeksi, dan lakukan kontrol perdarahan (lakukakan penjahitan perdarahan a/v yang tidak dapat dihentikan dengan dep-tekan).

,

,

,

,

,

Lakukan penjahitan antara ujung kulit yang dipotong tadi dengan kulit di bagian pinggir bawah glans penis, umumnya dilakukan pertama kali di bagian tengah posterior penis.

,

,

,

,

,

,

,

Sudah terlihat rapih, maka operasi sukses.

,

,

,

,

,

,

,

,

,

,

Balut batang penis/ bagian yang dikhitan dengan kasa steril yang difiksir dengan plester (sebelumnya dapat diberikan zalp antibiotik).

,

,

,

,

,

,

,

,

Catatan:

* Jika insisi dibawah koher, arah sisi tajam bisturi selalu menjauh dari glans penis.
* Observasi keadaan pasien minimal 15 menit sebelum memperbolehkan pasien pulang.
* Berikan minimal Antibiotik dan Analgetik oral untuk minimal 3 hari saat pasien pulang.

2. Metoda Sirkumsisi.

Metoda ini merupakan teknik yang dijadikan sebagai standar pelaksanaan Khitan. Pada teknik ini mengecilkan kemungkinan glans penis ikut terpotong pada saat melakukan sayatan, dan lebih baik dalam menentukan panjang potongan yang dibutuhkan sehingga tidak ada potongan yang terlalu panjang atau pendek seperti yang sering terjadi pada metoda konvensional.

Prosedur aseptik, anestesi dan alat-bahan (jumlah klem yang dibutuhkan lebih banyak) yang digunakan sama seperti pada metoda konvensional

Teknik Pelaksanaan:

Kulit luar penis ditarik / diregang ke atas melewati glans penis, kemudian diklem dan diregang pada 3 (tiga) lokasi ; jam 10, jam 2, dan jam 6.

,

,

,

,

,

,

Pemotongan dilakukan pada lokasi jam 12, yang dipotong lurus sampai batas yang sesuai/ tepat.

,

,

,

,

,

,

Ujung potongan tersebut kemudian difiksasi dengan hecting/ jahitan.

,

,

,

.

.

.

Kemudian lakukan potongan melingkar yang merata dengan panjang sesuai dengan panjang potongan kulit luar pertama yang telah difiksirtadi. kontrol perdarahan dengan dep-tekan, klem, ataupun jahitan.

,

,

,

,

,

,

,

 

,

Setelah semua kulit luar lepas, klem ujung dari kulit luar yang dipotong tadi di keliling batang penis untuk melapangkan area jahitan sekaligus menandai tempat yang akan dijahit.

,

,

,

,

,

,

,

,

,

,

Lakukan penjahitan (sama seperti metoda konvensional).

,

,

,

,

,

,

,

,

,

,

,

,

,

,

,

,

,

,

KontraIndikasi Sirkumsisi. 
Absolut :

  • Hipospadia dan Epispadia.
  • Kelainan pembekuan darah dan  Hemofilia.

Relatif :

  • Infeksi lokal / sistemik.

Terima Kasih, Semoga Bermanfaat …..

—ooOoo—

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: