Pola Makan Islam

POLA MAKAN DAN MINUM DALAM DINUL ISLAM



A. PRINSIP.

  1. Diniatkan bahwa tujuan makan dan minum adalah untuk menambah ketaqwaan kepada Alloh SWT.
  2. Makanan dan minuman yang dikonsumsi adalah yang halal dan baik (halalan thoyyiban) serta bersih.

B. LARANGAN.

  1. Apabila makanan dan minuman dalam keadaan panas, tunggulah sampai dingin dan jangan ditiup.
  2. Tidak menggunakan peralatan makanan/ minuman berupa bejana dari Emas atau Perak.
  3. Jangan makan sambil berdiri.

C. TATACARA MAKAN ROSULULLOH SAW .

  1. CARA/ ADAB MAKAN:
    • Mencuci (wudlu) tangan terlebih dahulu.
    • Duduk, tidak bersandar pada punggung atau bersila. Cara duduk Nabi SAW adalah duduk berlutut, duduk diatas kaki yang kiri dan menegakkan kaki kanannya.
    • Meletakkan makanan di sebelah kanan.
    • Makan bersama keluarga dan mengajak orang banyak, dengan duduk mengitari makanan.
    • Mengambil makanan yang terdekat.
    • Tidak mencela makanan.
    • Menggunakan tangan kanan.
    • Hanya menggunakan 3 jari: Ibu jari, Jari Telunjuk, dan Jari Tengah.
    • Membaca Bismillah ( بسم الله ) setiap kali memasukkan makanan atau minuman ke dalam mulut, ; apabila lupa sewaktu teringat bacalah “Bismillahi awwallohu wa aakhirohu”.
    • Menjilati jari-jari tangan atas makanan yang menempel dijari tersebut.
    • Makan ketika terasa lapar dan berhenti sebelum kenyang, prinsipnya ruang lambung dibagi 3 bagian: yaitu 1/3 Air, 1/3 Makanan, dan 1/3 Udara.
    • Bersyukur dan berdo’a sesudah makan, mengucapkan: “Alhamdulillahi ladzii ath’amana wa saqoona wa ja’alana muslimin”.
    • Mencuci tangan sesudah makan.
    • Berkumur-kumur dan bersiwak (menyikat gigi) sesudah makan.
    • Mencuci bejana bekas makanan dan minuman.
    • Menutup kembali wadah tempat makanan dan minuman.
  2. SIFAT MAKANAN.
    • Berimbang, maksudnya: setiap jenis makanan yang dimakan disesuaikan dengan kebutuhan porsi/ gizinya masing-masing, dan tidak berlebihan.
    • Makanan dapat berupa apa saja, asalkan terhindar dari hal yang diharamkan, misalnya:
      1. Bangkai, Darah, Daging Babi, dan semua hewan yang disembelih tidak dengan mengucapkan Bismillah, yang tercekik, terjatuh, dipukul, ditanduk, diterkam binatang buas, kecuali sempat disembelih dengan nama Alloh sebelum mati.
      2. Mutanajis: misalnya Mentega yang terkena bangkai tikus.
      3. Racun, Asap, Narkoba, Polutan, dan lain-lain
      4. Makanan dan minuman yang memabukkan baik sedikit atau banyak: misalnya Minuman beralkohol, Ganja, dan lain-lain.
      5. Hasil curian/ rampokan atau yang tidak diizinkan pemiliknya untuk dimakan atau diminum.
      6. Sesajen, dan makanan/ minuman untuk memperingati kematian orang lain.
  3. JENIS MAKANAN YANG PERNAH DIMAKAN ROSULULLOH SAW:
    • Roti dan Kue.b.Makanan yang terbuat dari Tepung dan Rempah-rempah.
    • Bubur.
    • Mentimun.
    • Semangka.
    • Kurma, Ruthab, Tamar (Kurma Kering).
    • Labu (dicampur Roti atau tidak).
    • Keju.
    • Gula-gula dan Madu.
    • Mentega.
    • Daging Kelinci.
    • Daging Kambing (bagian Lengan atau Punggung),
    • Daging burung Hubara (Burung yang panjang lehernya).
    • Dendeng.
    • Belalang.
    • Ikan Laut.

D. TATACARA MINUM ROSULULLOH SAW.

  1. CARA/ ADAB MINUM:
    • Duduk (seperti pada cara makan), dalam keadaan mendesak boleh dilakukan dengan berdiri.
    • Membaca Bismillah ( بسم الله ) setiap kali melakukan minum .
    • Minum sedikit demi sedikit dan perlahan-lahan sambil melepaskan nafas setiap kali berhenti,
    • Tidak seperti Keledai minum (sekali tenggak habis).
    • Menarik nafas 3 kali sewaktu akan minum.
    • Rosululloh pernah minum dari Geribah (tempat minum dari kulit).
    • Mengucapkan syukur Alhamdulillah ( الحمد لله ) sesudah minum, khusus setelah minum Susu membaca do’a: “Ya Alloh berilah keberkahan atas rezeki yang Engkau berikan kepada kami dan tambahkanlah rezeki itu”.
  2. JENIS MINUMAN:
    • Susu murni atau dicampur dengan air.
    • Madu (dicampur dengan air atau tidak).
    • Air Zamzam.
    • Rendaman air Kurma.
    • Minuman manis dingin.
    • Air Tawar.
    • Sisa air.
    • Nabiz yang belum memabukkan (Air rendaman Anggur atau Kurma yang tidak lama direndam).

E. CATATAN.

  1. Rosululloh memerintahkan menenggelamkan lalat yang jatuh pada minuman dengan pengetahuan bahwa pada satu sayap lalat mengandung penyakit dan pada sayap lainnya terdapat penawarnya.
  2. Makanan harus dibersihkan lebih dulu dari kotoran apapun, sebelum dimakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: